Habis Ditolak!! Jangan Galau, Ada Allah Swt

Assalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh. 

Pada kesempatan kali ini saya akan menshare artikel yang İnsyaAllah dapat memotivasi sahabat blogger semua. 

Baiklah , langsung saja silahkan dibaca sahabat blogger semua. 



Bagi kalian yang sedang sedih dan putus asa , atau istilah bahasa kerennya galau. Dikarenakan ditolak sesuatu , baik itu ditolak dalam urusan cinta, pendidikan, ataupun pekerjaan. 

Jangan terus-terusan terpuruk dengan keadaan, mari bangkit lagi dan tetap optimisme untuk menjalani kehidupan ini. İngat!! Setiap penolakan yang terjadi pada dirimu, justru itu seharusnya menjadikan dirimu pribadi yang lebih dewasa dan kuat. 

Sehingga kalian bisa terus mengoreksi diri, dimana letak kekurangan kalian yang menyebabkan kalian ditolak oleh apapun itu. Dan dari penolakan tersebut bisa dijadikan terobosan untuk memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih berkualitas lagi. 

Mungkin dari penolakan tersebut ada hikmah dan manfaat yang dapat dipetik. Maka dari itu saya akan membagikan sedikit ulasan, apa saja hikmah yang bisa di ambil dari sebuah penolakan ?? 

Yuk langsung saja disimak. 

1. Membakar Semangat Untuk Menjadi Lebih Baik. 

 Dari sebuah penolakan yang sedang kalian alami, pasti membuat kalian merasa putus ada dan tidak ada gairah untuk melakukan aktivitas lain.

Menurut saya, itu sangat salah. Justru dari sebuah penolakan tersebut akan membuat kalian menjadi pribadi yang lebih baik dan juga bisa dijadikan batu loncat untuk intropeksi diri , sehingga membuat semangatmu terbakar untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan ini. 


 2. Membuat Dirimu Menjadi Kuat. 

Semakin kalian ditolak , baik dalam urusan asmara, pendidikan ataupun pekerjaan. İtu akan membuat diri kalian menjadi pribadi yang kuat. 

Seperti ucapan kata bijak : "Semakin ditolak semakin maju".

3. Mengingat Tujuan Awal. 

Habis ditolak?? coba cek dan fikirkan kembali tujuan awal kalian. Penolakan justru menjadikan pola pikirmu lebih cerdas dan bijak untuk mengubah cara mencapai tujuan dan mimpimu. 

4. Membuat Dirimu Semakin Tabah. 

Dari sebuah penolakan itu akan membuat diri kalian lebih tabah dan sabar lagi. Kita hanya seorang hamba dan allah swt adalah tuhan kita, cobalah untuk berhusnuzhon kepada allah swt. 

"Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal dia buruk bagimu, atau pun boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu." 

Jadi jangan pernah galau ataupun sedih, pasti Allah Swt punya rencana yang lebih indah dibalik semua penolakan itu. allah swt tidak akan mengambil sesuatu melainkan akan diganti dengan yang lebih baik. 

5. Membuka Cara Lain. 

Jika kalian baru saja ditolak dengan cara yang ini, tenang saja masih ada cara yang lain. Cobalah untuk mencari cara yang lain dan terus berikhitar serta diiringi dengan doa kepada Allah Swt. 

Pasti masih ada cara lain untuk membuat diri kalian diterima dari sebuah penolakan tersebut. Ataupun jika kalian masih ditolak , masih ada tempat lain yang mungkin memang keburuntungan kalian berada di tempat tersebut. 

Jadi pada inti nya dari sebuah penolakan yang kalian alami, anggaplah itu hal positif yang akan membuat diri kalian menjadi lebih dewasa. Jangan pernah putus asa. ingat!! 

"Allah Swt tidak memberikan beban kepada seorang hamba melainkan sesuai dengan kesanggupannya" Jadi tetaplah semangat dan terus berfikir positif !! 

Mungkin itu saja ulasan yang bisa saya bagikan, mudah-mudahan dapat membuka pola pikir kita semua bahwa penolakan bukanlah akhir dari segalanya. 

jika memiliki pendapat lain dari sebuah penolakan, bisa menambahkannya pada kolom komentar yang telah tersedia Oh iyaa, tolong berikan kritik dan saran yang positif tentang tulisan ini yaa. 
Dengan senang hati saya akan menerima sebuah kritikan dari kalian semua untuk menjadikan tulisan ini lebih baik lagi. 

Terima kasih sudah meluangkan waktu anda, untuk mengunjungi pada artikel saya kali ini. 
Tetap pantau terus situs "Percikan Hikmah İslami" dengan cara mencamtumkan email kalian pada kolom subcribe yang telah tersedia. 

Karena masih banyak info dan motivasi seputar islami lainnya yang akan saya bagikan di Percikan Hikmah İslami secara gratis. 

Wassalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Keutamaan Dzikir Dan Istighfar

Assalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.


Pada kesempatan kali ini saya akan menshare artikel yang berjudul "Keutamaan Berdzikir Dan Istighfar"

Baiklah , langsung saja silahkan dibaca sahabat blogger semua.


Berdzikir ialah merupakan suatu amalan yang mengingatkan kita kepada allah swt dengan menyebut kalimat thoyyibah / kalimat yang baik.

Dengan berdzikir, seseorang akan merasakan ketentraman dan kedamaian dalam hatinya.

Orang yang enggan untuk berdzikir dia tidak akan mendapatkan cahaya yang bersinar dari dirinya, sehingga kegundahan dan kegelisahan menimpa hidupnya.

Kita sebagai manusia yang jauh dari sempurna , tentunya sering melakukan perbuatan dosa didalam kehidupan kita, oleh karenanya kita harus memperbanyak istighfar kepada allah swt.

Rasulullah bersabda didalam hadits : "sungguh beruntung seseorang yang kelak di kitab amalannya tercatat istighfar yang banyak sekali".

Mengapa orang yang mendapati didalam kitab amalannya terdapat istighfar yang banyak dia termasuk orang yang berun tung??

Kita ambil logika.
Jikalau kita ingin mencuci pakaian yang kotor , tentu saja kita membutuhkan sabun yang banyak agar pakaian yang kotor tersebut dapat hilang.

Begitupun dengan dosa , dia membutuhkan pembersih untuk menghapus kotoran-kotoran tersebut yakni dengan memperbanyak mengucapkan kalimat istighfar.

Para sahabat nabi muhammad saw mereka adalah orang yang paling gemar untuk beristighfar kepada allah swt, diantaranya sayyidinaa abu hurairah yang beristighfar kepada allah sebanyak 1000 X sebelum tidur.

Padahal sahabat nabi muhammad saw adalah orang yang sudah dijamin masuk surga ,akan tetapi mereka senantiasa memperbanyak istighfar dalam kehidupannya.

Maka dari itu , kita yang banyak dosa hendaknya selalu memperbanyak istighfar dalam kehidupan kita.

Nabi muhammad saw bersabda : "hendaknya engkau terus berdzikir kepada allah swt, sampai engkau meninggal dunia dalam keadaan lisanmu basah karna berdzikir".

Nabi muhammad saw juga bersabda :
"Dunia ini dilaknat oleh allah swt , kecuali dzikir, orang alim, dan orang yang menuntut ilmu".

Sungguh beruntung kita jika termasuk golongan orang yang sering berdzikir , karena tidak termasuk yang dilaknat oleh allah swt , akan tetapi allah swt akan menurunkan rahmatnya.


Lantas apa manfaat dari membaca istighfar?

1. Sebagai Turunnya Ampunan Dan Rahmat Dari Allah SWT

Kalimat istighfar yakni استغفر الله العظيم yang artinya aku memohon ampun kepada allah yang maha agung, Orang yang gemar beristighfar dia akan mendapatkan ampunan dari allah swt, dan jikalau dia sudah mendapatkan ampunan maka allah swt akan menurunkan rahmatnya kepada orang tersebut.

2. Pengangkat Derajat Seseorang

Dengan memperbanyak mengucapkan kalimat istighfar menjadi sebab terangkatnya derajat seseorang di akhirat kelak.

3. Dianugrahi Kesehatan

Seseorang yang senantiasa beristighfar , allah swt akan menganugrahkannya berupa kesehatan dan kekuatan dikarenakan seringnya dia memohon ampunan kepada allah swt.

4. Penyebab turunnya rezeki dari allah swt

Diantara salah satu asma'ul husna atau nama-nama allah yang baik , allah swt itu dikatakan Ar-Razzaq yang artinya maha pemberi rezeki. Dengan memperbanyak mengucapkan kalimat istighfar, allah swt akan melapangkan rezekinya untuk hambanya yang gemar beristighfar.

5. Pembersih Hati

Kita sebagai manusia yang tak luput dari dosa , sering melakukan perbuatan maksiat kepada allah swt , dan inilah yang menyebabkan hati kita terdapat noda hitam yang kotor.
Maka dari itu dengan memperbanyak istighfar dapat membersihkan hati yang kotor menjadi hati yang bersih dan bercahaya.

6. Penyebab Ditolaknya Turun Bencana

Boleh jadi ketika allah swt berkehendak untuk menurunkan adzab dan bencana di suatu negri, tetapi di dalam negri tersebut masih ada orang yang gemar beristighfar , maka allah swt angkat adzab dan bencana disebabkan orang yang gemar beristighfar tersebut.

7. Menghindarkan Diri Dari Kedzholiman

Ketika kita sering mengucapkan kalimat istighfar, maka kita dapat mengendalikan nafsu kita agar tidak melakukan perbuatan zholim dan maksiat. Oleh karnanya sering-seringlah untuk beristighfar.

8. Membuat Syaitan Putus Asa

Syaitan akan putus aja dan kelelahan untuk menggoda orang yang gemar beristighfar kepada allah swt, karena orang itu selalu memohon ampunan dari allah swt .

9. Menghikangkan Kesedihan Dan Kegundahan

Dengan seringnya seorang hamba beristighfar kepada allah swt , dia akan memperoleh kebahagiaan dan ketenangan dalam hidupnya. Allah swt akan menghikangkan rasa sedih dan sulit pada orang tersebut sehingga kebahagian bagi mereka .

10. Terhindar Dari Api Neraka

Sebagaimana istighfar memberikan manfaat di dunia kepada siapa saja yang banyak mengucapkannya, maka istighfar juga memberikan manfaat yang sangat besar di akhirat kelak, yakni dengan bebasnya ia dari siksa api neraka .

11. Mendapat Balasan Surga

Dan manfaat istighfar yang paling besar ialah perantara masuknya seseorang kedalam surga, dikarenakan ridhonya allah swt kepada hamba tersebut atas kegemarannya mengucapkan kalimat istighfar .


Mungkin itu saja yang bisa saya share pada artikel kali ini, Betapa besar dan banyaknya faedah yang bisa kita peroleh dari berdzikir dan seringnya mengucapkan kalimat istighfar , mudah-mudahan allah SWT menjadikan kita semua orang-orang yang senantiasa gemar berdzikir dan memperbanyak mengucapkan istighfar. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamin


Wassalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Terjemahan Kitab Safinatun-Najah (Bab Fardhu Mandi)

Assalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh


 Kalau pada sebelumnya saya sudah membagikan artikel terjemahan pasal 9 kitab safinatun najah yaitu bab tentang "Perkara Yang Mewajibkan Mandi", maka di artikel kali ini saya akan membagikan artikel dan terjemahan kitab safinatun najah pasal 10 yaitu tentang "Fardhu Fardhu Mandi".

Baiklah langsung saja kita ke inti dari artikel ini, selamat membaca sahabat blogger.

Terjemahan Kitab Safinatun-Najah (Bab Fardhu Mandi)


                                           ۞ Fardhu Mandi ۞ 

 فَصْلٌ : فُرُوْضُ الْغُسْلِ اِثْنَانِ : النِّيَّةُ ، وَتَعْمِيْمُ الْبَدَنِ بِالْمَاءِ .
Furuudhul Ghusli Itsnaani : Anniyyatu , Wata'miimul Badani Bil Maa'i .  


Terjemahan

 Fardhu mandi ada 2 :

1. Niat 
2. Meratakan air ke seluruh badan. 


Penjelasan

Untuk melakukan mandi janabah, maka ada dua hal yang harus dikerjakan karena merupakan rukun/pokok: 

1. Niat dan menghilangkan najis dari badan bila ada. Sabda Nabi SAW: Semua perbuatan itu tergantung dari niatnya. (HR Bukhari dan Muslim) Niat ini dibaca di dalam hati pada saat mulai membasuh bagian manapun dari tubuh. 
Adapun lafal niat MANDI adalah:  "NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHITA'AALAA". Artinya : ("aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah taala").  

2. Meratakan Air Hingga ke Seluruh Badan  Seluruh badan harus rata mendapatkan air, baik kulit maupun rambut dan bulu. Baik akarnya atau pun yang terjuntai. Semua penghalang wajib dilepas dan dihapus, seperti cat, lem, pewarna kuku atau pewarna rambut bila bersifat menghalangi masuknya air. Sedangka pacar kuku (hinna`) dan tato, tidak bersifat menghalangi sampainya air ke kulit, sehingga tetap sah mandinya, lepas dari masalah haramnya membuat tato.  Menghilangkan najis dari badan sesunguhnya merupakan syarat sahnya mandi janabah.

Dengan demikian, bila seorang akan mandi janabah, disyaratkan sebelumnya untuk memastikan tidak ada lagi najis yang masih menempel di badannya. Caranya bisa dengan mencucinya atau dengan mandi biasa dengan sabun atau pembersih lainnya. Adapun bila najisnya tergolong najis berat, maka wajib mensucikannya dulu dengan air tujuh kali dan salah satunya dengan tanah.

Wallahua'lam Bisshowab. 

Demikian artikel pasal 10 yaitu tentang terjemahan kitab Safinatun-Najah bab Fardhu Mandi . 
Mudah-mudahan anda dapat memahaminya. Jika ada hal yang ingin ditanyakan dan kurang mengerti, silahkan bertanya melalui kolom komentar yang telah disediakan.. 

Terima kasih!! 


Wassalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Terjemahan Kitab Safinatun-Najah (Bab Perkara Yang mewajibkan mandi)

Assalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.


Kalau pada sebelumnya saya sudah membagikan artikel dan terjemahan pasal 8 kitab safinatun najah yaitu bab tentang "Air", maka di artikel kali ini saya akan membagikan artikel  dan terjemahan kitab safinatun najah pasal 9 yaitu tentang "Perkara Yang Mewajibkan Mandi".

Baiklah langsung saja kita ke inti dari artikel ini, selamat membaca sahabat blogger.


Terjemahan Kitab Safinatun-Najah (Bab Perkara Yang mewajibkan mandi)


                                       ۞ Mandi Wajib ۞

(فَصْلٌ) : مُوْجِبَاتُ الْغُسْلِ سِتَّةٌ: إِيْلَاحُ الْحَشَفَةِ فِيْ الْفَرْجِ ، وَخُرُوْجُ الْمَنِيِّ ، وَالْحَيْضُ  ، وَالنِّفَاسُ ،  وَالْوِلَادَةُ ، وَالْمَوْتُ .



(Fashlun) : Muujibaatul Ghusli Sittatun : iilaahul Hasyafati Fil Farji , Wakhuruujul Maniyyi , Wal Haidhu , Wannifaasu , Wal Wilaadatu , Wal Mautu .


Terjemahan :

Perkara yang mewajibkan mandi itu ada 6 :

1. Memasukkan hasyafah (ujung kemaluan laki-laki) ke dalam farji (kemaluan orang perempuan)
2. Keluarnya sperma (mani)
3. Haidh (datang bulan)
4. Nifas (mengeluarkan darah sesudah bersalin)
5. Bersalin
6. Meninggal dunia



Penjelasan

Perkara yang Mewajibkan Mandi ada Enam :

*Pertama, Memasukkan Hasyafah/penis (alat kelamin laki-laki) ke dalam farji/vagina (alat kelamin perempuan). Hal ini yang diwajibkan mandi adalah kedua belah pihak, laki-laki dan perempuan yang melakukannya.

Dan istilah ini disebutkan dengan maksud persetubuhan (jima`). Dan para ulama membuat batasan : dengan lenyapnya kemaluan (masuknya) ke dalam faraj wanita atau faraj apapun baik faraj hewan. Termasuk juga bila dimasukkan ke dalam dubur, baik dubur wanita ataupun dubur laki-laki, baik orang dewasa atau anak kecil. Baik dalam keadaan hidup ataupun dalam keadaan mati. Semuanya mewajibkan mandi, di luar larangan perilaku itu.

Hal yang sama berlaku juga untuk wanita, dimana bila farajnya dimasuki oleh kemaluan laki-laki, baik dewasa atau anak kecik, baik kemaluan manusia maupun kemaluan hewan, baik dalam keadaan hidup atau dalam keadaan mati, termasuk juga bila yang dimasuki itu duburnya.Semuanya mewajibkan mandi, di luar masalah larangan perilaku itu.

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِنْ كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْا

“Dan jika kalian junub maka mandilah.” (QS. Al-Maidah: 6)



*Kedua, Keluar Mani (Sperma). Baik keluarnya dengan sebab bermimpi dalam keadaan tidur atau keluar dalam keadaan terjaga, tetap mewajibkan mandi. Begitu pun keluar mani tidak disengaja atau disengaja, tetapi wajib mandi.

Ciri-ciri air mani (seperma) yaitu :

-Baunya bagaikan adonan roti atau seperti manggar kurma
-Warnanya bagaikan warna putih telur
-Keluar dengan menyembur (muncrat)
-Keluarnya terasa nikmat dan enak.



*Ketiga, haidh. Darah haidh/menstruasi adalah darah yang keluar dalam kondisi perempuan sehat, tidak dalam keadaan setelah melahirkan, warna darahnya merah pekat, dan panas.



*Keempat, Nifas. Darah yang keluar setelah atau bersamaan dengan melahirkannya anak.

Nifas itu mewajibkan mandi janabah, meski bayi yang dilahirkannya itu dalam keadaan mati. Begitu berhenti dari keluarnya darah sesudah persalinan/melahirkan, maka wajib atas wanita itu untuk mandi janabah.

Hukum nifas dalam banyak hal, lebih sering mengikuti hukum haidh. Sehingga seorang yang nifas tidak boleh shalat, puasa, thawaf di baitullah, masuk masjid, membaca Al-Quran, menyentuhnya, bersetubuh dan lain sebagainya.



*Kelima, Melahirkan walaupun tidak keluar darah.

Seorang wanita yang melahirkan anak, meski anak itu dalam keadaan mati, maka wajib atasnya untuk melakukan mandi janabah. Bahkan meski saat melahirkan itu tidak ada darah yang keluar. Artinya tidak mengalami nifas, namun tetap wajib atasnya untuk mandi lantaran persalinan yang dialaminya.

Sebagian ulama mengatakan bahwa `illat atas wajib mandinya wanita yang melahirkan adalah karena anak yang dilahirkan itu pada hakikatnya adalah mani juga, meski sudah berubah wujud menjadi manusia. Dengan dasar itu, maka bila yang lahir bukan bayi tapi janin sekalipun, tetap diwajibkan mandi, lantaran janin itu pun asalnya dari mani.



*Keenam, Kematian. Dengan dua syarat :
1). Orang Islam.
2). Bukan mati syahid.
Jika orang kafir atau orang yang mati syahid maka tidak wajib atau tidak boleh memandikannya.

Wallahua'lam Bisshowab.

Demikian artikel pasal 9 yaitu tentang terjemahan kitab Safinatun-Najah bab Perkara Yang Mewajibkan Mandi .
Mudah-mudahan anda dapat memahaminya.

Jika ada hal yang ingin ditanyakan dan kurang mengerti, silahkan bertanya melalui kolom komentar yang telah disediakan..

Terima kasih!!


Wassalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Terjemahan Kitab Safinatun-Najah (Bab AIR)

Assalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Kalau pada sebelumnya saya sudah membagikan artikel dan terjemahan pasal 7 kitab safinatun najah yaitu tentang niat dan tertib, maka di artikel kali ini saya akan membagikan artikel  dan terjemahan kitab safinatun najah pasal 8 yaitu tentang "AIR".

Baiklah langsung saja kita ke inti dari artikel ini, selamat membaca sahabat blogger.









Terjemahan Kitab Safinatun-Najah (Bab AIR)

                                                      ۞ Air ۞

(فَصْلٌ) : اَلْمَاءُ قَلِيْلٌ وَكَثِيْر ٌ ،  اَلْقَلِيْلُ مَادُوْنَ الْقُلَّتَيْنِ ، وَالْكَثِيْرُ قُلَّتَانِ فَأَكْثَرَ.
اَلْقَلِيْلُ يَتَنَجَّسُ بِوُقُوْعِ النَّجَاسَةِ فِيْهِ وَ اِنْ لَمْ يَتَغَيَّرْ وَالْمَاءُالْكَثِيْرُ لَايَتَنَجَّسُ اِلَّا اِذَا تَغَيَّرَ طَعْمُهُ اَوْلَوْنُهُ اَوْرِيْحُهُ.



(Fashlun) : Almaa'u Qoliilun Wa Katsiirun. Al-Qoliilu Maa Duunal Qullataini , Walkatsiiru Qullataani Fa Aktsara. Al-Qoliilu Yatanajjasu Biwuquu'i An-Najaasati Fiihi Wa In Lam Yataghoyyar Walmaa'u Al-Katsiiru Laa Yatanajjasu Illa Idza Taghoyyara Tho'muhu Aw Lawnuhu Aw Riihuhu.


Terjemahan

Air terbagi dalam dua macam :
1. Air sedikit
2. Air banyak

Air sedikit yaitu air yang belum mencapai 2 kullah. Air banyak yaitu air yang sudah mencapai dua kullah (60 cm X 60 cm X 60 cm) atau setara dengan 245 liter.

Air sedikit itu bisa najis sebab kejatuhan najis, sekalipun tidak berubah rasa , warna , dan baunya. Air banyak itu tidak bisa najis kecuali apabila rasa , warna , dan baunya berubah.


Penjelasan

2 Kullah bila diukur dengan liter yaitu 245 liter kurang lebih , bila diukur wadahnya yaitu 60 cm X 60 cm x 60 cm . Air yang kurang dari 2 kullah menjadi musta'mal bila terciprat air bekas bersuci yaitu bila terciprat air basuhan yang pertama karena basuhan yang pertamalah yang wajib. Adapun bila air itu kurang dari 2 kullah maka lebih baik diambil dengan gayung, jangan dimasukkan dengan tangan (dikobok) .

Wallahua'lam Bisshowab.

Demikian artikel pasal 8 yaitu tentang terjemahan kitab safinatunnajah bab air .
Mudah-mudahan anda dapat memahaminya.


Wassalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Terjemahan Kitab Safinatun-Najah (Bab Niat)

Assalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Kalau pada sebelumnya saya sudah membagikan artikel dan terjemahan pasal 6 kitab safinatun najah yaitu tentang fardhu wudhu, maka di artikel kali ini saya akan membagikan artikel dan terjemahan kitab safinatun najah pasal 7 yaitu tentang "Niat Dan Tertib".

Baiklah langsung saja kita ke inti dari artikel ini, selamat membaca sahabat blogger.
Terjemahan Kitab Safinatun-Najah (Bab Niat)



        ۞ Niat ۞

(فَصْلٌ) : اَلنِّيَّةُ  قَصْدُ الشَّيْءِ مُقْتَرِنًا بِفِعْلِهٖ ، وَمَحَلُّهَا الْقَلْبُ وَالتَّلَفُّظُ بِهَا سُنَّةٌ ، وَوَقْتُهَا عِنْدَ غَسْلِ أَوَّلِ جُزْءٍ مِنَ الْوَجْهِ ، وَالتَّرْتِيْبُ أَنْ لَا يُقَدِّمَ عُضْوًا عَلٰى عُضْوٍ .


(Fashlun) : Anniyyatu Qoshdu Asy-Syai'i Muqtarinan Bifi'lihii . Wa Mahalluhaa Al-Qolbu Wattalaffuzhu Bihaa Sunnatun . Wa Waqtuhaa 'Inda Ghosli Awwali Juz'in Minal wajhi . Wattartiibu An Laa Yuqoddima 'Udhwan 'Alaa 'Udhwin .

Terjemahan
(Pasal) : Niat ialah sengaja melakukan sesuatu sambil membersamakan dengan melakukan perkara itu,  Adapun tempat niat itu di dalam hati dan mengucapkannya dengan lisan itu hukumnya sunnah, Mengenai waktunya (niat) yaitu ketika membasuh permulaan bagian wajah, Dan tertib yaitu bahwa tidak didahului satu anggota atas anggota yang lain .

Itulah terjemahan kitab safinatun-najah bab niat, semoga bermanfaat untuk sahabat blogger semua.
Apabila ada hal yang kurang jelas dan ingin ditanyakan, bisa melalui kolom komentar yang sudah disediakan.

TerimaKasih!!


Wassalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh
Dahsyatnya Keutamaan Sholawat Kepada Nabi Muhammad SAW

Dahsyatnya Keutamaan Sholawat Kepada Nabi Muhammad SAW

Assalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa barakatuh.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi artikel yang berjudul "Dahsyatnya keutamaan sholawat kepada nabi muhammad SAW".

Sholawat dari segi bahasa berarti doa, sedangkan menurut istilah sholawat ialah suatu ucapan permohonan rahmat dan kemuliaan dari malaikat & manusia kepada allah untuk nabi muhammad SAW.

Sholawat ini merupakan suatu amalan yang sangat ringan dilakukan namun memiliki ganjaran pahala yang sangat besar.

Dan sholawat itu merupakan satu-satunya amalan yang mana Allah SWT melakukannya sebelum memerintahkannya.

Dalilnya surat al ahzab ayat 56 yang berbunyi.

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Dan hendaknya bagi seorang mukmin tidak menganggap jikalau ia bersholawat itu akan menguntungkan nabi muhammad SAW, tetapi sebaliknya sholawat tersebut akan menguntungkan kita yang membaca untuk memperoleh syafaat dari nabi muhammad SAW.

Nabi muhammad SAW gak butuh ama sholawat kita, sebab kenapa? Allah dan para malaikatnya telah bersholawat kepada nabi muhammad SAW, terus nabi muhammad SAW masih butuh sama sholawat dari kita??
Jawabannya adalah tidak

Mulut kita yang sangat kotor dan berlumuran dosa ini digunakan untuk bersholawat kepada nabi muhammad SAW, bukankah kita seharusnya bersyukur allah swt masih mau menerima sholawat kita, dari lidah kita yang penuh dosa.

Nabi muhammad SAW bersabda : barang siapa yang bersholawat kepadaku 1 kali maka allah SWT akan bersholawat kepada orang tersebut sebanyak 10 kali.

Seorang alim berkata : Andaikata Allah SWT bershalawat untuk hamba sekali dalam seumur hidup hamba tersebut, niscaya hal itu telah cukup baginya sebagai kehormatan dan kemuliaan.

Maka bagaimana dengan 10 shalawat untuk setiap shalawat yang di ucapkan muslim 1 kali untuk Rasulullah SAW?

Nabi muhammad SAW juga bersabda :
Orang yang paling dekat denganku (nabi muhammad SAW) ialah orang yang paling banyak bersholawatnya kepadaku.

Nabi muhammad SAW bersabda :
Barangsiapa mengucapkan Allahumma Shalli ‘Alaa Muhammad Wa Anzilhu al-Maq’adal Muqarrab ‘indaka Yaumal Qiyaamah. (Ya Allah bershalawatlah untuk Muhammad dan tempatkan dia di tempat yang dekat di sisi Mu pada hari kiamat), maka Wajiblah ia mendapat syafa’atku”.

Nabi muhammad SAW juga bersabda :
Barangsiapa mengucapkan “Jazallahu ‘Anna Muhammad Maa Huwa Ahluhu” (Semoga Allah membalas jasa Muhammad terhadap kami sebagaimana mestinya), maka ia mendapatkan pahala yang dicatat oleh 70 malaikat dalam 1000 hari.

Nabi muhammad SAW bersabda : Bershalawatlah kalian untukku di mana pun kalian berada, karena shalawat kalian pasti sampai kepadaku.

Dan kita harus memperbanyak sholawat kepada nabi muhammad saw kapanpun dan dimanapun,
Khususnya pada malam jumat dan hari jumat, sebab nabi muhammad SAW sendiri yang langsung membalas sholawat kita.

Sholawat itu juga seperti jalan menuju surga, jadi kalo ada orang yang waktu nama nabi muhammad SAW dia tidak bersholawat, maka dia telah melewatkan jalan menuju surga.


Keutamaan sholawat kepada nabi muhammad SAW :

1.) Mendapatkan syafaat dari rasulullah SAW di hari kiamat kelak.
2.) Penghapus dosa dan meninggikan derajat
3.) Menjadi orang yang paling dekat bersama nabi muhammad SAW
4.) Diperlihatkan surga kepadanya sebelum kematiannya.
5.) Perantara terkabulnya doa
6.) Menyamai pahala sedekah
7.) penyebab turunnya ampunan dari allah SWT


Mungkin itu saja yang bisa saya share pada artikel kali ini, mudah-mudahan allah SWT menjadikan kita semua orang-orang yang senantiasa gemar bersholawat. Aamiin


Wassalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.
Terjemahan kitab safinatun najah (Fardhu Wudhu)

Terjemahan kitab safinatun najah (Fardhu Wudhu)

Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Kalau pada artikel sebelumnya saya sudah memposting terjemahan pasal 5 kitab safinatun najah yaitu tentang syarat istinja, maka di artikel kali ini saya akan memposting isi dan terjemahan kitab safinatun najah pasal 6 yaitu tentang Fardhu wudhu.
Baiklah langsung saja kita ke inti dari kontent ini, selamat membaca sahabat blogger.


۞ Fardhu Wudhu ۞

(فَصْلٌ)
فُرُوْضُ الْوُضُوْءِ سِتَّةٌ : اَلْاَوَّلُ النِّيَّةُ ، الثَّانِى غَسْلُ الْوَجْهِ ، الثَّالِثُ غَسْلُ الْيَدَيْنِ مَعَ الْمِرْفَقَيْنِ ، الرَّبِعُ مَسْحُ شَيْءٍ مِنَ الرَّأْسِ ، الْخَامِسُ غَسْلُ الرِّجْلَيْنِ مَعَ الْكَعْبَيْنِ ، السَّادِسُ التَّرْتِيْبُ.


(Fashlun)
Furuudhu Al-Wudhuui Sittatun : Al-Awwalu Anniyyatu , Ats-Tsaani Ghoslu Al-Wajhi , Ats-Tsaalitsu Ghoslu Al-Yadaini Ma'a Al-Mirfaqoini , Ar-Roobi'u Mashu Syai'in Min Ar-Ro'si , Al-Khoomisu Ghoslu Ar-Rijlaini Ma'a Al-Ka'baini , As-Saadisu At-Tartiibu .

Fardhu-fardhu Wudhu ada 6, yaitu : Yang pertama Niat , yang kedua membasuh wajah ,  yang  ketiga membasuh 2 tangan beserta 2 sikut ,  yang  keempat menyapu sebagian dari kepala ,  yang  kelima membasuh 2 kaki beserta 2 mata kaki ,  yang  keenam tertib.

Rukun wudhu ada enam, yaitu:

1. Niat
Disetiap ibadah, kita diharuskan memulai dengan niat, begitu pula wudhu, wudhu’ juga harus dimulai dengan niat.
Sebagaimana sabda Nabi yang mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam,

لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
“Tidak diterima sholat orang yang berhadats sampai ia berwudhu”.
[ HR. Bukhori no. 135, Muslim no. 225 ]

"Sesungguhnya segala amal perbuatan itu hendaklah dengan niat" (HR Bukhari dan Muslim)

Al-Mawardi mendifinisikan niat dengan qasdu syai’in muqtarinan bifi’lihi. Yaitu menyengaja sesuatu berbarengan dengan pelaksanaannya. Oleh karena itu ber-niat dalam wudhu harus dibarengkan dengan pelaksanaannya yaitu ketika membasuh muka. Karena membasuh muka merupakan hal pertama yang dilakukan dalam berwudhu. Seperti halnya niat sholat yang harus berbarengan dengan pengucapan takbiratul ihram (Allahu Akbar).

Demikian juga Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan kepada kita dalam Al-qur'an.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوْٓا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”. (QS Al Maidah [5] : 6).

Dan sebagaimana lazim niat wudhu’ orang-orang islam diseluruh dunia, inilah bacaan niat ketika hendak memulai wudhu’ :

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ لِلّٰهِ تَعَالَى


2. Membasuh Wajah
Fardhu yang kedua adalah membasuh wajah, adapun wajah mempunyai batasan, yaitu dari pangkal kening hingga ujung dagu, dan diantara 2 anak telinga. Maka batasan itu harus terkena air saat kita membasuh wajah kita.
Membasuh muka seluruhnya dari batas rambut sampai ke dagu dan dari batas telinga kanan sampai ke telinga kiri.

Allah SWT berfirman:
”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai dengan siku,” Q.S al-Maidah, 6

Jika seseorang memiliki jenggot yang tebal maka cukup membasuh luarnya saja,  sesuai dengan hadist Rasulullah saw bahwa beliau berwudhu maka beliau mengambil seciduk air lalu membasuh mukanya (HR Bukhari).


3. Membasuh kedua tangan sampai ke siku.
Fardhu  yang  ketiga adalah membasuh kedua tangan kita dimulai dari ujung jari sampai ujung siku, atau sebaliknya tidak masalah,  yang  terpenting adalah tidak ada sesuatu apapun  yang  menghalangi air masuk ke kulit.


4. mengusap sebagian kepala.
Fardhu  yang  ke empat adalah mengusapkan air kekepala, diperbolehkan hanya mengusap Rambut, asalkan rambut Ɣƍ diusap tidak melebih dari bagian kepala, seperti ujung rambut panjang pada wanita.

Sesuai dengan hadist Rasulullah Saw: ”bahwa Rasulallah Saw berwudhu, kemudian mengusap jambul dan atas serbannya” (HR.Muslim)

5. membasuh kaki hingga mata kaki.
Anggota selanjutnya adalah kaki, diwajibkan mengalirkan air dari ujung jari kaki sampai mata kaki atau sebaliknya.


6. tertib
Dan  yang  terakhir adalah melakukan 5 fardhu-fardhu diatas dgn tertib, tertib disini adalah melakukan fardhu dgn fadhu  yang  lain secara berurutan.

Tertib artinya melakukannya secara berurutan seperti niat dahulu baru membasuh wajah, tidak boleh sebaliknya.

Maka, jika telah melakukan fardhu-fardhu  yang  disebutkan diatas, maka sah lah wudhu kita, dan kita boleh melakukan sholat, memegang Al-Quran, atau ibadah-ibadah lain yang diharuskan atau disunnahkan berwudhu sebelumnya.

Adapun berkumur-kumur, membasuh hidung, dan lainnya termasuk sunnah wudhu akan tetapi alangkah baiknya kita melakukan sunnah-sunnahnya, sehingga wudhu kita pun menjadi sempurna.

Demikian artikel pasal 6 kitab safinatun najah tentang Fardhu wudhu.
Semoga dapat bermanfaat untuk sahabat blogger semua, Aamiin.

Wassalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. 

Penyebab Doa Tidak Terjawab

Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. 

Berdoa

 

Bagi setiap orang terkadang dia merasa dirinya telah lama berdo'a kepada allah Swt namun perhomonan yang dia minta belum dikabulkan oleh allah Swt,
Padahal allah Swt menjanjikan di dalam Al-Quran karim.
"Ud'unii astajib lakum"
Berdoalah kepadaku niscaya aku kabulkan doa kalian.

Hal tersebut mungkin doa yang kita panjatkan kepada allah Swt tidak ada rasa khusyu' dan takut kepada allah Swt, dan dari beberapa aspek lainnya yang menyebabkan doa kita tidak terkabul.

Diantaranya yang akan saya bahas pada artikel kali ini yang berjudul "penyebab doa tidak terjawab"

Berikut merupakan penyebab doa tak terjawab:


1.) Hati yang mati

Hati yang mati merupakan salah satu penyebab doa seseorang tak terkabul, mengapa demikian?? Sebab dari hati yang mati tidak ada koneksi yang nyambung dan getaran tidak sampai kepada allah Swt , sehingga tidak menimbulkan gejala atas doa yang dipanjatkan.


Lantas apa penyebab hati itu menjadi mati?


•pertama, kita mengenal kepada allah Swt , tetapi hak nya untuk disembah dan hak kita untuk menyembahnya tidak kita laksanakan dengan benar.

Seringkali kita meninggalkan sholat 5 waktu, puasa ramadhan, dll. Padahal kita mengenal betul allah swt yang telah menciptakan kita tetapi kita tidak melaksanakan ritual ibadah kepadanya.


Bagaimana hati kita tidak mati, sedangkan haknya dan kewajiban kita untuk beribadah saja tidak kita laksanakan , oleh karenanya hal ini menyebabkan hati kita menjadi mati sehingga doa kita tidak terjawab.


•Kedua, kita baca Al-Qur'an tetapi kita tidak mengamalkannya,

Seringkali kita membaca Al-Quran tetapi isi dari Al-Qur'an tersebut tidak kita amalkan dalam kehidupan kita.

Ini merupakan penyebab hati kita menjadi mati sehingga doa tak terkabulkan oleh allah Swt.


•Ketiga, kita mengaku sebagai umatnya nabi muhammad Saw tetapi sunnahnya tidak kita praktekan didalam kehidupan.


•Keempat, kita makan nikmat dari allah Swt tetapi tidak kita mensyukuri.

Seringkali kita dikaruniakan nikmat dari allah Swt yang begitu besar, akan tetapi kita tidak pernah bersyukur atas nikmat tersebut.


•Kelima, kita mengetahui kematian merupakan hal yang pasti , tetapi kita tidak pernah menyiapkan diri kita untuk menghadapi kematian tersebut.


•Keenam, kita menginginkan untuk selamat dari siksa api neraka, tetapi perbuatan kita malah menyeret diri kita ke neraka.

(Na'udzubillah min dzalik)


•Ketujuh, kita ingin masuk surga akan tetapi kita tidak melaksanakan amal ibadah yang bisa menghantarkan kita ke surga.


•Kedelapan, kita melihat orang yang meninggal dunia tetapi kita tidak bisa jadikan pelajaran dan membuat kita sadar akan kematian tersebut.


Itulah yang menyebabkan hati kita menjadi mati dan dari hati yang mati menyebabkan doa kita tidak terkabul oleh Allah Swt.

Sedikit tips solusi agar doa kita terkabul :

1.) perbaiki bathin kita jauhkan diri dari hal-hal yang bisa menyebkan hati kita mati , seperti yang sudah saya paparkan di atas.


2.) berdoa kepada Allah Swt dengan rasa khusyu' dan takut serta yakin bahwa doa kita akan dikabulkan Allah Swt.


3.) Berdoa kepada Allah Swt pada waktu-waktu mustajab.

Seperti disepertiga malam ketika tahajud, pada hari jumat, dan pada bulan ramadhan, pada malam lailatul qodr, dll.


4.) Berdoa kepada Allah Swt dalam situasi keadaan yang mustajab.

Seperti ketika berjihad di jalan allah, ketika turun hujan lebat, antara adzan dan iqomah, antara dua khutbah pada sholat jum'at, dll.


5.) Berdoa kepada Allah Swt dengan menghadap kiblat.


6.) Berdoa kepada Allah Swt dari lubuk hati.

Sebab doa dari lubuk hati lebih cepat dikabulkan dari pada dengan lisan yang fasih.


7.) Berdoalah dengan diawali berdzikir kepada Allah Swt.


8.) Berdoalah kepada Allah Swt dengan menyebut nama-namanya yang baik dari asma'ul husna.


9.) ukur dan sesuaikan doa dengan keadaan.



Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat untuk sahabat blogger semua..


Wassalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa barakatuh
Terjemahan kitab safinatun najah (Syarat Istinja)

Terjemahan kitab safinatun najah (Syarat Istinja)

Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Kalau pada artikel sebelumnya saya sudah memposting terjemahan pasal 4 kitab safinatun najah yaitu tentang makna tanda-tanda baligh, maka di artikel kali ini saya akan memposting isi dan terjemahan kitab safinatun najah pasal 5 yaitu tentang Syarat Istinja'.
Baiklah langsung saja kita ke inti dari kontent ini, selamat membaca sahabat blogger.




۞ Syarat Istinja ۞

(فَصْلٌ)
شُرُوْطُ إِجْزَاءِالحَجَرِ ثَمَانِيَةٌ: أَنْ يَكُوْنَ بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ ، وَأَنْ يُنَقَّى الْمَحَلُّ ، وَأَنْ لَا يَجِفَّ النَّجْسُ ، وَلاَ يَنْتَقِلَ ، وَلَا يَطْرَأَ عَلَيْهِ اٰخَرُ، وَلَا يُجَاوِزَ صَفْحَتَهُ وَحَشَفَتَهُ ، وَلَا يُصِيْبَهُ مَاءٌ ، وَأَنْ تَكُوْنَ الْأَحْجَارُ طَاهِرَةً.

 "Syarat Istinja"

 Syuruuthu ijza'i Tsamaaniyatun : An Yakuuna Bitsalaatsati Ahjaarin , Wa An Yunaqqo Al-Mahallu , Wa An Laa Yajiffa An-Najsu, Wa laa Yantaqila , Wa laa Yathroa 'Alaihi Aakhoru , Wa laa Yujaawiza Shofhatahu Wahasyafatahu , Wa laa Yushiibahu Maaun , Wa An Takuuna Al-Ahjaaru Thoohirotan .

Syarat-syarat Istinja dengan batu terbagi menjadi delapan, yaitu :
١.) Orang yg berisitinja itu menggunakan 3 batu.
٢.) Ia membersihkan tempat keluarnya najis.
٣.) Tidak kering najisnya itu.
٤.) Tidak berpindah najisnya itu .
٥.) Tidak datang atasnya oleh najis yg lain.
٦.) Jangan melampaui najisnya itu akan shofhahnya dan hasyafahnya.
٧.) Jangan mengenai najis itu oleh air , dan
٨.) Batunya itu suci.


 
Syarat boleh 'sahnya' bersuci dari kencing atau buang air besar menggunakan batu untuk beristinja terbagi menjadi delapan, yaitu:

1. Menggunakan tiga batu.
2. Masing-masing dari ketiga batu tersebut sudah bisa mensucikan/membersihkan tempat keluar najis dengan batu tersebut (dubur atau pun qubul).
3. Najis belum kering. Kalau sudah kering maka harus menggunakan air.
4. Najis tersebut belum berpindah dari tempat keluarnya. kalau sudah pindah harus menggunakan air.
5. Tempat istinja tersebut tidak terkena benda yang lain sekalipun tidak najis, jadi tidak boleh bercampur dengan lainnya, kalau sudah bercampur dengan yang lain maka harus menggunakan air.
6. Najis tersebut tidak berpindah tempat istinja (lubang kemaluan belakang dan kepala kemaluan depan). Tidak melampaui "hasyafah" (bila buang air kecil) dan tidak melampaui "shofhah" (bila buang air besar). Kalau sudah melampui dua batas itu maka harus menggunakan air.
7. Najis tersebut tidak terkena air، kalau terkena air maka harus diteruskan menggunakan air.
8. Batu tersebut harus suci.



Penjelasan

Yang dimaksud dengan batu disini bukanlah batu yang dalam pengertian umum kita, akan tetapi segala sesuatu yang dapat mencabut/membersihkan kotoran dengan bersih, seperti kayu, kain, tissue atau lainnya.

ada beberapa syarat yang tambahan dalam kitab fiqih besar lainnya, yaitu :
١.) Batu yang digunakan tidak boleh yang musta'mal (sudah pernah digunakan).
٢.) Batu yang digunakan tidaklah sesuatu yang dihormati.
٣.) Istinja' harus dengan sesuatu benda padat yang dapat mencabut kotoran dari tempatnya.


Demikian artikel pasal 5 kitab safinatun najah tentang Syarat istinja menggunakan batu.
Semoga dapat bermanfaat untuk sahabat blogger semua, Aamiin.

Wassalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.