Terjemahan kitab safinatun najah (makna syahadat)

Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Kalau pada artikel sebelumnya saya sudah memposting terjemahan pasal 2 kitab safinatun najah yaitu tentang rukun iman, maka di artikel kali ini saya akan memposting isi dan terjemahan kitab safinatun najah pasal 3 yaitu makna arti dari syahadat.
Baiklah langsung saja kita ke inti dari kontent ini, selamat membaca sahabat blogger.



۞ Arti Syahadat ۞


(فَصْلٌ ) وَمَعْنٰى لَاإِلَهَ إِلّااللّٰهُ : لَامَعْبُوْدَ بِحَقٍّ فِي الْوُجُوْدِ إِلَّا اللّٰهُ .



Syahadat

 Wama'naa Laa Ilaha Illallaahu : Laa Ma'buda Bihaqqin Fil Wujuudi Illallaahu .

Dan makna kalimat Laa Ilaha Illallahu yaitu tidak ada yang patut disembah dengan sebenar-benarnya pada keadaan kecuali Allah SWT .



Yang dimaksud dengan ucapan "Laa ilaha illah", adalah menyatakan dan meyakini bahwa tiada yang wajib disembah dengan haq (Sebenar-benarnya) di alam semesta ini kecuali hanya Allah SWT semata.


Demikian artikel pasal 3 kitab safinatun najah tentang makna arti syahadat.
Semoga dapat bermanfaat untuk sahabat blogger semua, Aamiin.

Wassalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

syailendra akmal farabi hanya seoarang blogger muslim beraqidah ahlusunnah wal jamaah dan bermazhab syafi'i yang ingin memberikan manfaat kepada orang lain melalui media blog sebagai sarana dakwah islamiyah. sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat untuk orang lain.

DMCA.com Protection Status

1 SHARE 1 KEBAIKAN, Bagikanlah!!

Baca Juga Yang Ini

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »

2 komentar

komentar
October 9, 2017 at 7:33 PM delete

Subhanallah.. Bermanfaat sekali artikelnya. Terimakasih menambah ilmu saya :)

Reply
avatar
October 16, 2017 at 11:01 PM delete

sama-sama akhii.. saya juga masih belajar.. :)

Reply
avatar

Adab dalam Berkomentar:

1. Mohon berkomentar dengan baik,sopan,santun dan secara wajar
2. Dilarang berkomentar tentang unsur /sara/promosi/ apapaun yang bertentangan dengan hukum yang berlaku
3. Dilarang menyertakan link aktif

Tidak berkomentar sama sekali itu masih lebih baik, daripada mengucapkan seribu kalimat sampah.

Ucapanmu, Kualitas Dirimu!

Terima Kasih